Selasa, 28 Desember 2010

Igau Rindu

Malamku, malam igau rindu Pada pojok-pojok pemean baju

Rasakan angin lirih, menampar !Adakah cerita tertinggal ?

Uap beku menetes dari parit-parit atap

Jatuh tepat sudut mata, Mengabarkan makna airmata

Bakal luruh dalam luh

Dikejauhan terlihat, mimpi-mimpi saling berpelukan

Memadu kasih , kecup cium-mengundang

Erangan gelinjang hasrat yang langsat telanjang dibawah isyarat.

Perangai-perangai gelap licik

Seakan berkarib menemani, menenggak arak dalam tidur keterjagaan.

Didepanku tiang-tiang kesunyian menangis

Meratapi diriku sempoyangan mabuk

Sebab secangkir kerinduan

Mengigaukan pertemuan tak bersekat tiada berlama

26-009-08 Jum’at

Tidak ada komentar: