Minggu, 26 Desember 2010

karena kaulah keabadian


gemeratak hati membuat kelu jiwa

sebab kau pergi tinggalkan lagu

apabila jangkrik berderik isyaratkan senja....

kelelawar mengepakkan sayap

memburu sekian mimpi yang terbuang

dikala siang menjelma iblis laknat

gurat senyum bibirmu

cerahkan tiap hati yang terdampar dijiwa

dan lesatan cahaya yang terpilin

menerkam setiap ingatanku

aku hanya bisa tersenyum pahit

sebab kau .....wahai kekasih...

masih tetap maya dalam kenyataanku...

seperti mawar berduri

tumbuh ditebing curam....

hatimu tak tergapai ,

namun matamu meneduhkan

jiwa yng membara

hanya kata...

bukan rangkaian frekuensi suara kearifan

bukan resonansi jiwa damai

hanya kemunafikan

pemaksaan

atau mungkin harapan yang tak pernah terwujud

atau bahkan mungkin keputus-asaan

tapi kutetap bahagia menatap mayamu

abadi dalam kehancuranku

karena kaulah keabadian

27 des 10

Tidak ada komentar: